Sabtu, 16 Agustus 2014

sukma

Sukmaku meneriakkan
 merindu-rindu kekasihku
.Namun hanya dapat mencium,mendekap
 hangat bulir-bulir tasbìhnya
 yang pudar,pucat&memutih
SELAMAT HARI GURU
guru....
Kau tak pernah kenal Lelah untuk mengajari kami
kau tak pernah kenal dengan kata menyerah untuk mendidik kami
kau memberikan kami bekaL yang sangat berharga.
terima kasih untuk ilmu yang telah Engkau berrikan kepada kami
tanpaMu mungkin kami hanyalah manusia yang tak ada apa"nya.

trimakasih atas jasa,kesabaran dan keikhlasanmu yang telah mendidik kami

buat cagu-cagu,
semoga kelak kita menjadi guru idaman/favorit buat semua murid-murid kita,
semoga kelak kita menjadi guru yang berkualitas ,
semoga kelak kita menjadi guru profesional
dan menjadi guru yang T.O.P.B.G.T dech

hujan

#_HUJAN
Hujan kali ini mengingatkanku padanya
Kala itu dia menggenggam erat tanganku
Hujan kali ini mengingatkanku tentangnya
Kala itu aku,bisikan jangan kau pergi
Dan dia pun pergi,kumeratapi perpisahan yang akan terjadi
Ini bukanlah keinginanku dan dia,..tapi....
#_takdir ilahi menjemputmu
#SANG DARA#
Perisai terinjak sepi,hancur luluh lantah dengan rindu yang tak berimba
Angin menyapa...bukan menghembus cinta
Hanya menghembus kemunafikan sarat akan hawa pedih
Udara rindu menjadi sesak tak menyemai kasih
Layaknya meniti hidup dipersimpangan titik nadir
Sayup-sayup suara lirih sukma merantai sembilu
Terbesit jeritan nanar,..menyeruakkan samar-samar suara dara jelita
#Goresan pena :#_suwita

Bulan Hitam


Bulan Hitam

Bulan hitam singgah di hamparan kota bintang
Nada hidup menjadi buta saat gelap bertandang
Tanpa mengucap satu syair bahkan satu nada pun
Nyanyian sunyi bintang meratap-ratap
Membuat selaksa dalam kelam☆★

♡titik nadir jodohku♡

♡titik nadir jodohku♡
Senandung aksara doa terpanjatkan dalam sujud istikharahku
Pada hamparan sajadah usang aku tertunduk malu
Betapa kerdilnya aku
Betapa naifnya aku
Tengadah tangan berupaya mengintip satu rindu
Pada lauhul mahfudz yang menjanjikanku
Sejak 40 hari aku dalam kantung kehidupan semu
Telah tertoreh satu nama untukku
Dan itu engkau calon imamku
Yang selalu mengusik kalbu
Juga terkadang menjadi sembilu didagingku
Bahkan trombosit menjadi tak beraturan menanggung rindu
Rindu...di titik nadirku
datang dan pergi

Jika cinta datang dan mencintai cinta 
itu hanyalah menghembuskan hawa pedih...
maka biarkanlah arus takdir yang menjawab semuanya.

Yang dicinta akan pergi
Yang didamba akan hilang
Hidup akan terus berjalan
Meski harus dengan tangisan yang datang silih berganti